Skip to main content

Review Samsung Galaxy M20, Samsung Ada pada Jalur yg Benar

Samsung boleh bangga dengan lini produk kelas atas mereka. Samsung S series dan Note series bisa dibilang adalah produk terbaik Samsung & cukup laku  pada pasaran. Samsung A series pula tergolong tidak mengecewakan rupawan & relatif laris di pasaran meskipun belakangan Samsung A series tampak kurang menarik.

Review Samsung Galaxy M20, Samsung Ada pada Jalur yg Benar
Samsung Galaxy M20

Sayangnya, pada kelas bawah (low-end), lewat Samsung J series, ternyata kurang menarik. Hal ini mampu dipandang berdasarkan beberapa tahun terakhir yg mengambarkan jika Samsung J series kehilangan daya tariknya. Hal serupa juga sepertinya mulai menyerang Samsung A series atau HP Samsung pada kelas menengah (middle-end).

Meskipun terdapat di angka 1 menjadi vendor dengan pengkapalan terbanyak, Samsung tetap saja wajib  waspada. Pasalnya, vendor lain banyak menghadirkan hape pada kelas middle-end & low-end lebih menarik daripada HP berdasarkan Samsung.

Lantaran informasi itulah, Samsung melakukan pendekatan baru pada kelas harga terjangkau. Salah satunya dengan menghadirkan Samsung Galaxy M20 sebagai penanda kelahiran Samsung M series di Indonesia. HP ini hadir dengan harga Rp2,6 jutaan. Harga yg relatif menarik tentunya.

Mengapa harganya menarik? Lantaran dengan harga tadi, Samsung memberikan spesifikasi yg cukup menarik daripada seri hape lain Samsung pada kelas harga yang sama.

Seperti apa spesifikasinya dan bagaimana performa HP ini? Dua pertanyaan tadi, bakal dijawab lewat ulasan aku  yg sudah menggunakan Samsung Galaxy M20 ini. Ulasan mampu disimak berikut ini atau mampu jua menonton review versi videonya pada bawah ini.

Spesifikasi Samsung Galaxy M2:
Chipset: Exynos 7904 Octa (14 nm)
RAM & Memori: 3 GB & 32 GB
Kamera: Dual 13 MP + 5 MP
Baterai: Li-Po 5000 mAh
Kisaran Harga: Rp dua.799.000

Desain
Satu istilah yang menjabarkan soal desain menurut Samsung Galaxy M20 merupakan “Biasa”. Yah, nir ada hal yang terlalu istimewa dari desain hape ini. Material kasingnya masih berbahan plastik, bodinya relatif biasa, feel pada tangan juga nir terlalu istimewa.

Bentuk desain bodi pada sudutnya yang membulat membuat hape ini sebenarnya tampak menarik namun tidak khas. Kesan yg dirasakan sama seperti hape Samsung lainnya pada kelas harga Rp2 jutaan.

Di bagian belakang, hape ini pula nir menampakan desain plastik ala kekaca-kacaan atau polikarbonat yang dibuat sedemikian rupa supaya terlihat kaca. Tidak, Samsung nir melakukan itu. Bodinya plastik biasa dengan dua kamera pada sudut kiri atas dan sensor sidik jari yg ada pada posisi dalam umumnya posisi sensor sidik jari.

Di bagian samping kanan hape, masih ada tombol volume atas dan bawah serta tombol power. Tidak terdapat penemuan berarti pada bagian ini. Begitu juga pada sisi sebelah kiri yang hanya meletakan slot buat kartu SIM dan microSD.  Di bagian atas juga nir terdapat bagian penting.

Yang menarik justru ada pada bagian bawah. Seperti terlihat pada gambar pada atas, terlihat kalau bagian bawah Samsung Galaxy M20 terdapat 3 bagian. Yang paling kiri adalah lubang audio jack & yg kanan merupakan speaker. Dimana menariknya? Menariknya justru ada di bagian tengah.

Di bagian tersebut, terdapat port USB Type-C, bukan micro USB. Kentara hal ini menarik karena hampir nir ada hape di kelas harga Rp2 jutaan yg menghadirkan port USB Type-C. Ketika Samsung Galaxy M20 memberikan port ini kentara hal ini cukup menarik, mengingat hape seri A seperti Samsung Galaxy A7 (2019) atau Samsung Galaxy A9 (2019) saja nir mempunyai port USB Type-C.

Untuk holistik desain, Samsung Galaxy M20 ini memang cenderung biasa. Tidak terlalu khas & cukup khas desain Samsung kelas Rp2 jutaan. Kehadiran port USB Type-C jelas jadi kelebihan lain yg ditawarkan hape ini dari sisi desain.

Layar
Layar adalah sektor yg terbilang cukup istimewa dari Samsung Galaxy M20. Mengapa? Karena di sektor ini, Samsung Galaxy M20 boleh berbangga karena bisa menghadirkan tampilan layar yg menarik. Setidaknya hal itu berdasarkan aku  setelah menggunakan ponsel ini selama lebih menurut 2 minggu.

Layar dalam Samsung Galaxy M20 ini memiliki warna yg cerah & tajam. Warnanya relatif kaya & tetap enak dilihat mata. Layarnya juga cukup adaptif & masih terlihat kentara, bahkan ketika layarnya terkena sinar matahari pribadi.

Ketika dipakai memainkan video Youtube yg kaya rona, Samsung Galaxy M20 ini tidak kesulitan pada menampilkan warna-warni cerah. Layarnya yang jernih dan tajam ini nir tanggal menurut panel PLS TFT yg digunakan pada hape ini.

Justru disini letak menariknya. Samsung Galaxy M20 ini pertama kali diperkenalkan menggunakan panel PLS TFT, banyak yang ragu kualitas layarnya. Pasalnya, layar TFT identik dengan layar yang jelek. Padahal pengertiannya nir sesederhana itu. Panel TFT ini memiliki beberapa jenis layar, salah  satunya adalah IPS TFT yg generik dipakai pada smartphone zaman kini  .

Nah, Samsung berbagi layar TFT sendiri buat menyaingi layar IPS dengan nama PLS TFT. Panel layar PLS TFT ini sanggup dikatakan memiliki kualitas layar yang sama baiknya menggunakan panel layar IPS. Tapi, tentu panel layar Super AMOLED lebih baik dari keduanya.

Panel PLS TFT di Samsung Galaxy M20 ini mempunyai 16 juta warna yg hadir dalam bentangan layar 6,3 inci. Layarnya hadir mengusung resolusi 1080 x 2340 piksel menggunakan aspek rasio 19,5:9 atau 409 ppi.  Layarnya sendiri memiliki screen-to-body ratio sebesar 83,6%.

Dengan spesifikasi layar tersebut, hape ini sanggup menampilkan visual yang benar-sahih baik. Selain itu, layarnya juga cukup lapang dan lega meskipun terdapat notch mini   di bagian tengah yang nir terlalu mengganggu.

User Interface
Samsung Galaxy M20 ini hadir dengan tampilan antarmuka Samsung Experience 9,5 yang berbasis Android 8 Oreo. Tampilan antarmuka ini cukup menarik. Hal ini terlihat berdasarkan ikon aplikasinya yg lebih membulat.

Sayangnya nir terdapat yg terlalu khas dari antarmuka Samsung Experience 9,lima ini. Kalaupun terdapat, yah paling hanya sebatas fitur Game Center. Fitur ini merupakan fitur buat mengelompokan gim yang ada pada Samsung Galaxy M20.

Tidak hanya buat mengelompokan gim, fitur ini juga bermanfaat buat mengoptimalkan performa gim yang mampu diadaptasi menggunakan kemauan penggunanya. Hal ini berarti Anda sanggup memilih gim yang berjalan pada HP ini buat fokus pada performa atau fokus dalam hal lainnya.

Di fitur ini jua tersedia aneka macam pilih aplikasi gim yang mampu diunduh langsung tanpa menggunakan Google PlayStore. Fitur yang sanggup dibilang menarik meskipun nir terlalu spesial  .

Selain hal tadi, nir ada fitur yang sahih-benar spesial   berdasarkan Samsung Experience 9,5 ini. Mungkin bakal lain ceritanya apabila Samsung Galaxy M20 hadir menggunakan OneUI, UI yg diciptakan Samsung sebagai pengganti Samsung Experience 9,5. Siapa tahu, nanti kedepan terdapat pembaruan soal sistem operasi UI yang digunakan di HP ini.

Performa
Samsung Galaxy M20 ini mempunyai performa yang mampu saya bilang baku di kategori harganya. Mengapa dibilang baku? Karena chipset yang digunakan memang baku untuk harga Rp2 jutaan. Performanya tidak bisa dikatakan tinggi tetapi pula tidak sanggup dikatakan rendah juga.

Nilai Antutu jadi bukti jika HP ini terbilang standar untuk kemampuan. Skor Antutu yg dihasilkan Samsung Galaxy M20 ini ada di nomor  107 ribuan. Chipset Exynos 7904 Octa dengan fabrikasi 14nm di Samsung Galaxy M20 memang bukanlah chipset kelas menengah ke atas. Namun buat kelas harganya terbilang cukup.

Sebagai pembanding,  Snapdragon 632  yg terdapat di Asus Zenfone Max M2 yg mempunyai skor Antutu 104 ribu dan Snapdragon 636 yg ada pada Asus Zenfone Max Pro M1 mempunyai skor Antutu 116 ribu. Data tadi membuktikan jika performa chipset Exynos 7904 Octa berada pada antara Snapdragon 632 dan Snapdragon 636.

Prosesor octa core Cortex -A73 DAN Cortex A-53 yang ada di Exynos 7904 memang menunjukan kalau performanya relatif mumpuni. Saya jua merasakan ketenangan dari perpindahan pelaksanaan di Samsung Galaxy M20 jika dibandingkan menggunakan Asus Zenfone Max M2.

Geekbench Samsung Galaxy M20
Skor Geekbench 4 juga memang menunjukan jikalau performa prosesor pada Samsung Galaxy M20 lebih baik daripada Asus Zenfone Max M2. Seperti terlihat dalam gambar di atas, skor 1.319 buat single-core mengungguli skor single-core Asus Zenfone Max M2 yg hanya 1.242. Menariknya, performa multi-core Asus Zenfone Max M2 lebih baik dibandingkan dengan Samsung Galaxy M20.

Terlihat dalam gambar pada atas, jikalau skor multi-core Asus Zenfone Max M2 mendapatkan nomor  4.629. Bandingkan menggunakan multi-core Samsung Galaxy M20 yg hanya mendapatkan angka 4.117

Perbedaan skor ini ternyata relatif terasa ketika Samsung Galaxy M20 membuka aplikasi dengan kinerja atau energi prosesor yg lebih berat. Namun saat membuka pelaksanaan ringan, Samsung Galaxy M20 lebih gegas dibandingkan Asus Zenfone Max M2 varian RAM 3 GB ROM 32 GB yg pernah aku  uji coba.

Game Performance
Untuk performa gim, Samsung Galaxy M20 ini sanggup dikatakan relatif membingungkan. Kenapa membingungkan? Mari mulai dengan menilik berita jikalau Exynos 7904 ini memakai Mali-G71 MP2.

Mali-G71 MP2 ini pada atas sebenarnya punya performa yang rupawan. Hal ini ditunjukan berdasarkan benchmark GFXBench. Benchmark ini memang penekanan dalam performa gim sebagai akibatnya hasil yg ditunjukan biasa berupa anga frames dan poin fps.

Samsung Galaxy M20 sanggup dikatakan mempunyai skor GFXBench yang mini   bahkan buat low-level tests sekalipun. Untuk tes Tessellation misalnya, nomor  yg didapatkan adalah 18 fps menggunakan 531 frames. Tetapi angka ini sedikit lebih baik bila dibandingkan skor Tessellation yg didapatkan Asus Zenfone Max M2 yg hanya 16 fps menggunakan 492 frames.
Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar
Tutup Komentar